Busi atau Spark Plug

Busi (dari bahasa Belanda bougie dan aslinya bahasa Prancis, bahasa Inggris: spark plug).
Busi

Busi (dari bahasa Belanda bougie dan aslinya bahasa Prancis, bahasa Inggris: spark plug).
Busi bertugas membantu proses pembakaran, sesuai data timing pengapian yang dihasilkan dari putaran rotor magnet yang disampaikan fulser dan diolah oleh CDI, serta dibangkitkan oleh koil dan diteruskan ke busi.
(Rotor magnet => fulser => CDI => koil=> busi)

Bagaimana kita mengenal daya tahan busi, kemampuan percikan bunga api, serta menyetarakan dengan gaya berkendara kita dan kebutuhan ?. Dan jenis busi apa yang cocok dikonsumsi untuk motor kita ?. Untuk itu kenali lebih dulu jenis busi, dari hasil investigasi mekanik dan tuner, berikut ini:

Busi standar

Bawaan motor setiap diluncurkan dari pabrikan. Bahan ujung elektroda dari nikel dan diameter center electrode rata-rata 2,5 mm. Jarak pemakaian busi berkisar 20 ribu Km.

Baca juga: Daftar Kode Busi Denso untuk Motor (standar)

Busi Platinum

Disuka kaum bikers penyuka touring, lantaran kemampuannya. Ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode dari platinum, sehingga pengaruh panas ke metal platinum lebih kecil. Diameter center electrode 0,6 mm – 0,8 mm. Jarak pemakaian busi berkisar 30 ribu km.

Busi Iridium

Bisa dikatakan semi kompetisi, ramai diaplikasi tuner buat mesin non standar. Ciri khasnya ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electroda dari iridium alloy warna platinum buram. Diameter center electroda 0,6 mm – 0,8 mm mm. Jarak pemakaian 50 ribu sampai 70 ribu km.

Busi Racing

Busi yang dipersiapkan untuk mampu mengimbangi pemakaian full throttle dan deceleration.
Busi racing tidak sama dengan busi Iridium. Diameter center electroda pun relatif kecil meruncing macam jarum. Jarak pemakaian  20 ribu – 30 ribu Km.

Busi Resistor (R)

Logo R latin jangan diartikan RACING ya, itu artinya RESISTOR. Busi ini dipakai untuk melindungi perangkat elektronik digital, berupa speedometer, indikator pada kendaraan yang memakainya, terhadap pengaruh gelombang radio dan sejenis nya. Maka, busi ber-kode R pada busi mesti diingat, sebagai perlindungan perangkat elektronik digital motor.

GUNAKAN BUSI PANAS ATAU BUSI DINGIN ?

Khusus daerah bersuhu dingin, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi, paling pas memakai busi panas. Sebab, pemakaian busi dingin akan mempercepat penumpukan kerak. Sedang, daerah panas macam tepi laut atau metropolis, lebih baik memakai busi dingin. Untuk mencegah terjadinya pre ignition atau pembakaran dini.
Kapasitas mesin & perbandingan kompresi
Perbandingan kompresi tinggi dan kapasitas mesin yang besar, sama-sama menimbulkan panas. Logikanya mudah, makin besar nilai kapasitas mesin, panas yang dikandung juga makin tinggi.
Di sini busi juga menentukan kualitas pembakaran, dengan batasan diatas 150 cc, sebaiknya menggunakan busi tipe dingin. Dan mengingat, motor harian dirancang pabrikan menganut perbandingan kompresi rendah, maka suhu relatif rendah ke panas. Dan faktor kapasitas mesin yang sebaiknya dijadikan pedoman.
Kesimpulan
Maka, pemakaian busi yang sesuai dengan mesin motor bisa, berdasar dari faktor:

  • Campuran bahan bakar dan udara
  • Perbandingan kompresi
  • Timing pengapian
  • Oktan BBM
  • Gaya pemakaian standar atau balap
  • Suhu daerah sekitar


Kenali Masalah Mesin Dari Kondisi Busi

Kerak berlebihan di ujung busi

  • Part pengapian ada yang rusak, diantara CDI, koil dan cop busi
  • Terlalu lama mengendarai motor di RPM rendah
  • Kode busi terlalu dingin
  • Bahan bakar dan udara campurannya terlalu gemuk

Panas berlebihan

  • Kode busi terlalu panas
  • Setingan udara /bahan-bakar terlalu kering
  • Penumpukan kerak di ruang bakar mulai banyak
  • Terlalu sering full throtle
Baca juga: 


Kelebihan dan Kekurangan dari Gap Busi Rapat atau Renggang

Gap rapat
  • Kelebihannya, busi selalu memercikan api di setiap peningkatan rpm mesin dengan kurva yang rapat.
  • Kekurangannya, pengapian akan melemah atau kecil dan tak sesuai dengan pembakaran.
Gap renggang
  • Kelebihannya pengapian kuat dan pembakaran lebih sempurna itu terjadi pada rpm rendah dan menengah
  • Kekurangannya, pengapian pada rpm dan kecepatan tinggi akan kacau.
Cara Membaca Kode Busi

W24ES-U (Denso)

W : Diameter ulir busi (W-14 mm)
W24ES-U (Denso)
  • W : Diameter ulir busi (W-14 mm)
  • 24 : Tingkat panas busi, kalau nilainya semakin besar berarti bertipe lebih dingin
  • E : Panjang ulir 19 mm
  • S : Tipe penggunaan busi S-standar
  • U : Konfigurasi gap busi

CPR 7HSP-9 (NGK)

  • C : Diameter ulir busi (B : 14 mm, C : 1 0mm, D : 12mm)
  • P : Type rancangan busi (hanya pabrikan yg tahu kode ini)
  • R : Busi dengan resistor di dalamnya (untuk mesin dengan teknology digital menggunakan busi type ini untuk menghindari terjadinya frekuensi yg dapat mengganggu pembacaan sensor digital)
  • “7″ : Tingkat panas busi. Kalau tambah kecil angkanya 6, 5, 4 disebut busi panas dan sebaliknya tambah besar 8, 9 diklaim sebagai busi dingin
  • H : Panjang ulir busi, ada tiga jenis kode huruf yang dipakai. Kalau H = 12,7 mm , E = 19 mm dan L = 11,2 mm
  • S : Type elektroda tengah. Kode lain, ada IX artinya bahan iridium dan G menunjukkan tipe busi racing. Kalau P platinum dan S standar.
  • “9″ : Celah inti elektroda busi, angka 9 artinya celah busi 0,9mm dan kalau 10 celah busi 1 mm.

Kode Elektroda Busi

  • C : Copper Core Center Elektroda
  • D : 2 ground Electroda
  • P : Platinum Elektroda
  • R : Burn off Resistor
  • S : Silver electroda
  • T : 3 Ground Elektroda
  • V : Wide Gap 1,3 mm
  • W : Wide Gap 0,9 mm
  • X : Wide Gap 1,1 mm
  • Y : Wide Gap 1,5 mm
  • Z : Wide Gap 2,0 mm

MENGENAL BAGIAN BUSI

Terminal
Bagian atas busi yang dihubungkan dengan sistem pengapian

Insulator (pembungkus center elektroda)

Bagian utama dari insulator terbuat dari porselen atau keramik, untuk memberikan dudukan mekanis terhadap center elektroda, agar listrik tegangan tinggi dapat terinsulasi. Panas keramik juga membantu membakar deposit kerak.

Ribs (keramik atas yang membungkus terminal yang berhubungan dengan cop busi )
Dengan memperpanjang permukaan antara terminal tegangann tinggi dan metal case dengan ground dari busi, maka bentuk fisik dari rib memberikan fungsi untuk meningkatkan insulasi listrik dan mencegah kebocoran energi listrik sepanjang permukaan insulator dari teminal metal case.

Insulator tip

Bagian ujung insulator yang masuk ke dalam ruang bakar mesin, dituntut mampu menahan temperatur tinggi dan menjaga insulasi elektrik. Untuk mencegah elektroda kepanasan, maka bagian ini harus memiliki konduktifitas panas yang baik.

Seals

Mencegah kebocoran dari ruang bakar mesin

Metal case

Mengikat panas dari insulator dan menyalurkan ke silinder cop, juga berfungsi sebagai ground bagi spark melalui center elektroda ke side elektroda.

Center elektroda

Terhubung ke terminal melalui kabel initernal dan tahanan keramik untuk mengurangi emisi gangguan radio yang dihasilkan dari pengapian. Ujung nya dapat terbuat dari kombinasi copper, nickel-iron chromium atau metal bernilai tinggi. Dan side elektroda atau ground elektroda terbuat dari nickel steel dan dipatrikann di sisi meral case.

0 Response to "Busi atau Spark Plug"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel